Anies Baswedan mengulas formula mengembalikan kepercayaan lewat tiga variabel penting. Ia menyebut keputusan pemimpin tak akan pernah memuaskan semua pihak.
JAKARTA, ANISPOST – Kepercayaan adalah komoditas paling mahal dalam dunia kepemimpinan, dan sekali ia retak, merajutnya kembali bukanlah perkara mudah. Hal inilah yang diulas oleh Anies Baswedan saat berbicara mengenai dinamika hilangnya komitmen dan kredibilitas.
Anies menegaskan bahwa pemulihan sebuah kepercayaan sangat bergantung pada determinasi dan usaha nyata untuk membedah sumber masalahnya. Ia memetakan tiga aspek krusial yang menentukan pasang surutnya kepercayaan publik atau kelompok, yakni kompetensi, integritas, dan intimacy atau kedekatan interaksi.
“Kalau Anda tidak pernah berinteraksi lama, lama-lama kepercayaan itu turun. Berarti ngobatinya, interaksinya ditingkatkan,” kata Anies, mencontohkan variabel intimacy. Namun, ia menambahkan, jika hilangnya kepercayaan itu disebabkan oleh ekspektasi yang dikhianati, maka problem mendasarnya ada pada integritas.
Menariknya, Anies juga memberikan catatan tebal bagi para pemimpin. Ia mengingatkan bahwa penurunan derajat kepercayaan terkadang menjadi konsekuensi logis yang tidak bisa dihindari ketika seorang pemimpin mengambil keputusan.
Sebab, menurut Anies, mustahil ada kebijakan yang mampu memuaskan atau disetujui oleh semua kepala. Ketidaksetujuan itulah yang kemudian sering kali menggerus tingkat kepercayaan secara natural.
